Atresia Ani

Atresia Ani

Pendahuluan
Suatu organ yang tertutup pada daerah anus merupakan klasifikasi dari Atresia Ani. Pada hewan terdapat empat (IV) tipe dasar Atresia Ani. Atresia Ani Pada tipe pertama (I), merupakan penyakit bawaan sejak lahir dimana diketahui hewan ini tidak memiliki anus. Atresia Ani tipe kedua (II) hewan memiliki kekuatan untuk menahan keluarnya feses dari luar anus dan rectum yaitu daerah-daerah yang menahan tersebut di mulai dari cranial sampai ke anus. Atresia Ani  tipe ketiga (III) juga menutupi anus, tetapi buntunya sampai ke daerah rectum, lebih jauh lagi dari daerah kranioal. Atresia Ani  tipe keempat (IV) anus dan rectum berkembang normal dapat dilihat milai dari daerah cranial sampai ahir pembungkus kantung saluran pelvis.
Kasus Atresia Ani dapat dikatakan bukanlah termasuk kasus komplikasi, karena merupakan kasus yang hanya menyebabkan penekanan feses pada daerah anus dan spinter, selebihnya termasuk dalam keadaan normal. Pada dasarnya organ pada anus selalu memiliki aturan normal dengan kata lain terbentuk dengan normal. Namun kelainan ini. Dapat juga dikatakan rectum berkembang penuh (sempurna) namun tidak terbentuknya anus. Pada insfeksi hanya terlihat kulit pada daerah dimana dubur dan yang seharusnya terlihat lubang dari dubur tersebut. (tidak ada lubang dubur), pada kondisi ini dalam beberapa belas jam akan ditemukan gejala ileus abstruksi pada hewan yang menderita Atresia Ani.
Pada kelainan bawaan yang terjadi pada daerah anus dan rectum tidak jarang terjadi sewaktu pada masa embrio, anus dan rectum mempunyai pusat pembentukan saluran masing-masing yang dalam keadaan normal kemudian akan bersambung dan menyatu membentuk sebuah saluran, kegagalan pembentukan saluran ini akan menyebabkan beberapa kelainan seperti atresia ani, atresia ani dan recti, anus dan rektum yang dipisahkan oleh membran tipis, stenosis rekti,atresia ani dengan fistula, prolapsus ani dan recti.

Penyebab atresi ani
Atresia ani dapat terjadi jika pembungkus dibagian caudal mengalami kerusakan pada anus dan rectum sehingga menjadi burut,tanda-tanda klinis adalah tampak pada kelahiran yang meliputi tenesmus, sakit pada abdominal, distensi, penumpkan tinja dan tidak terbentuknya anus, pembedahan pada pembungkus/selaput membran perlu dilakukan. Tidak adanya rectum bila ujung rectum tertutup oleh adanya kantong sebelum mencapai anus, perbaikan dilakukan dengan cara pembedahan/operasi, namun sulit menentukan letaknya pada bagian terminal bervariasi dan kerusakan latrogenik pada urat syaraf bisa saja terjadi pada daerah tersebut.
Pada kasus atresia ani dan recti kebuntuan anus dan rekti dapat pula disertai dengan kebuntuan kolon desendens, diagnosa kelainan ini secara pasti juga hanya diketahui melalui pemeriksaan rontgen  dan apabila hewan diinginkan tetap hidup, maka satu-satunya   mengatasi ileus obstruksi dengan kolostomi permanen, yang kemudian setelah hewan relatif cukup kuat, dilanjutkan dengan operasi melalui rongga perut.

Gejala klinis
Gejala yang menunjukkan terjadinya atresia ani atau anus imperforate terjadi dalam waktu 24 sampai 48 jam dengan gejala yang tampak yaitu perut kembung, muntah, tidak bias buang air besar, pada pemeriksaan radiology dengan posisi tegak serta terbalik dapat dilihat sampai dimana terdapat penyumbatan, tidak dapat atau megalami kesulitan mengeluarkan mekonium (mengeluarkan tinja yang menyerupai pita).Hewan yang mengalami penyakit Atresia Ani tipe pertama (I) menunjukkan  penderitaan dengan menahan rasa sakit hingga terjadi kelemahan. Tanda-tanda klinis yang ditunjukkan pada tipe ini adalah konstipasi, kelemahan tenesmus, pembukaan stenotic pada anus. Kemudian pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan pada daerah perinial.
Anak-anak anjing dan kucing yang baru lahir, penderita Atresia Tipe Kedua (II), secara klinis tampak normal, untuk jangka waktu 2 sampai 4 minggu pada usia mereka, dan kemudian akan mengalami anoreksia, kegelisahan, kelemahan dan pembesaran abdomen, tidak ada proses defekasi (buang air besar). Untuk Atresia Ani tipe II dan III, mulai tampak sebuah lekukan yang terlihat pada anus yang tertutup.
Antresia Ani pada hewan yang baru dilahirkan menunjukkan gejala perejanan. Anus yang tidak ada dan biasanya tampak penononjolan pada daerah perineum, yang seharusnya berfungsi sebagai pengumpulan feses dan meconium.

Diagnosa
Pada kasus atresia ani untuk menegakkan diagnosa adalah dilakukan pemasukan termometer melalui anusnya, tidak hanya mengetahui suhu tubuh nya tapi juga untuk mengetahui apakah terdapat atresia ani atau tidak.
Anamnesa perjalan penyakit yang kas dan gambaran klinis perut membuncit seluruhnya merupakan kunci diagnosa juga, pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnosa adalah pemeriksaan radiologi dengan enema barium, disini akan terlihat gambaran klasik seperti daerah transisi dari lumen sempit ke daerah yang melebar, pada foto 24 jam kemudian terlihat retensi barium dan gambaran makrokolon pada hirschsprung segmen panjang, pemeriksaan biopsi hisap rektum dapat digunakan untuk mencari tanda histologik yang kas yaitu adanya sel ganglion parasimpatik dilapisan muskularis mukosa dan adanya serabut syaraf yang menebal pada pemeriksaan histokimia, aktifitas kolinaterase meningkat.
Atresia ani  biasanya jelas sehingga diagnosa sering dapat ditegakkan segera setelah bayi lahir dengan melakukan inspeksi secara tepat dan cermat pada daerah perineum. Diagnosa kelainan anurektum tipe pertama dan ke empat mengalami kesulitan mengeluarkan mekonium. Pada bayi dengan kelainan tipe satu letak rendahnya berupa stenosis atau anus ektopik sering mengalami kesulitan mengeluarkan mekonium, pada stenosis yang ringan bayi sering tidak menunjukkan keluhan apapun selama beberapa bulan setelah lahir, mega kolon sekunder dapat terbentuk akibat obtruksi kronik saluran cerna bagian bawah daerah stenosis yang sering bertambah berat akibat mengerasnya tinja.

Treatment
Hewan yang menderita Atresia Ani tipe I penanganan dan pengobatan yang dilakukan adalah dengan pembuangan sebahagian stenosum dari rektum. Persiapan anal sphicter hewan-hewan dengan kelainan tipe II dan III, dilakukan sayatan vertikal pada daerah kulit melintasi anus. Pada saat pembuatan/melakukan sayatan merupakan hal yang sangat penting pada sphincter ekstrnal anus dan kantung anus di daerah distal rektum diidentifikasi, selanjutnya digunting dengan menggunakan gunting ujung tumpul dan dilakukan dengan sangt hati-hati, karena didaerah jaringan rectal merupakan daerah yang membuka dan menutup atau katup saat melakukan pengeluaran feses hewan tersebut.
Penutupan dan membuka jaringan katup ini dilakukan penjahitan dengan pola simple inter ruptet
Kejadian Atresia Ani tipe IV merupakan kejadian penyakit yang tidak normal. Daerah abdomen yang berdekatan dengan kebutuhan akan pengangkutan daerah colon dan rectum. Karena daerah ini merupakan daerah yang sangat penting dalam perjalanan/saluran makanan setelah di olah dan akan di keluarkan. Pengobatan yang diberikan dengan menginjeksikan antibiotik secara teratur.
Pada anak anjing Anak-anak anjing dan kucing yang baru lahir, prosedur pembedahan ekstensif pada kanal pelvis tidak praktis. Dikarenakan ukurannya yang sangat kecil Atresia Ani sederhana biasanya dapat dilakukan dengan incici perineal.

Pembahasan
Kebuntuan dan tidak adanya lubang anus ini dapat juga disertai dengan kebuntuan dari colon desenden. Pada kelainan ini rectum berkembang penuh namun anus tidak terbentuk. Pada inspeksi hanya terlihat kulit pada daerah dimana lubang dubur seharusnya berada. Berdasarkan derajat pembesaran rectum atau perional, pemeriksaan radiografhi daerah abdominal dapat membantu menentukan posisi ujung pada saluran pelvis sehingga dapat dengan mudah dalam penanganan selanjutnya. Karena bila penanganan yang terlambat pada tipe ini maka akan terjadi akumulasi Atresia berasal dari bahasa yunani, a artinya tidak ada, terpis artinya nutrisi atau makanan. Dalam istila kedokteran atresia ani adalah keadaann tidak adanya atau tertutupnya lubang badan normal atau organ tubular secara kongenital yang disebut juga clausura. Dengan kata lain tidak adanya lubang ditempat yang seharusnya berlubang atau buntunya saluran atau rongga tubuh, hal ini bisa terjadi karena bawaan sejak lahir atau tejadinya kemudian karena proses penyakit yang mengenai saluran itu. Atresia ani yaitu tidak berlubangnya dubur yang menurut Ladd dan Gross (1966) terdiri dari 4 golongan yaitu: stenosis rectum yang lebih rendah atau pada anus, membran anus yang menetap, anus imperforata dan ujung rectum yangbuntu terletak pada bermacam-macam jarak dari peritonium, lubang anus yang terpisah dari ujung rektum.

Daftar Pustaka
Archibald,J (1974). Canine Surgery, 2 nd ed. American Veterinary Publications, inc. Drawer KK, Santa Barbara, California.
Aderson RK (1994) Anal sec disease and its related dermatosis. Compend Contin
Educ Pract Vet 6:829.
Bojrab, J. M (1975). Current Tekniques in Small Animal Surgery I, Departement of Veterinary Medicine and Surgery, University of Missouri-Colombia. Lea & Febiger, Philadelphia.
Ibrahim, R, 2000. Ilmu Pengantar Bedah Umum Veteriner. Syiah Kuala University Press, Banda Aceh.



Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top