Karies Dentis

Karies Dentis

Gigi yang sehat sangat penting untuk anjing dan kucing. Tidak seperti daging mentah yang mengandung enzim untuk membantu menjaga kebersihan gigi, makanan lembek / basah (dog food seperti kornet) tidak mempunyai daya pengikisan yang penting dan dibutuhkan untuk membersihkan gigi dan gusi. Anjing dan kucing yang diberikan makanan natural seperti ini cenderung tidak punya masalah gigi, dan mempunyai gigi yang lebih putih dan lebih sehat. Dengan memberikan tulang sumsum mentah untuk dikunyah, akan membuat anjing / kucing anda menjadi sehat dan mendapat manfaat berguna untuk kesehatan gigi dan gusi, tapi perlu diingat jangan memberikan tulang yang sudah dimasak terlebih dahulu. Tartar adalah pengapuran dan penumpukan sisa makanan, sehingga menjadi karang yang menempel dengan keras pada gigi, merupakan tempat tinggal yang nyaman untuk bakteri yang berbahaya bagi gigi dan gusi. karena dapat menyebabkan bau mulut, gusi berdarah, gigi berlubang, sakit gigi, dan masalah gigi dan gusi lainnya.
Karies gigi adalah suatu proses kerusakan yang dimulai dari email (enamel) terus ke dentin dan merupakan suatu penyakit yang berhubungan dengan banyak faktor. Ada 4 faktor utama yang saling mempengaruhi untuk terjadinya karies; ke empat faktor tersebut digambarkan sebagai 4 lingkaran yang saling berinteraksi (multifaktorial). Lingkaran pertama adalah factor host yang meliputi gigi dan saliva, lingkaran ke dua adalah factor mikroorganisme, lingkaran ke tiga adalah faktor substrat dan lingkaran ke empat adalah faktor waktu.
Selain faktor langsung yang ada di dalam mulut (factor dalam) yang berhubungan dengan karies gigi, terdapat faktor-faktor tidak langsung yang disebut faktor risiko luar, yang merupakan faktor predisposisi dan faktor penghambat terjadinya karies. Faktor luar antara lain adalah usia, jenis kelamin, keadaan penduduk dan lingkungan, pengetahuan, kesadaran dan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan gigi, misalnya pengetahuan mengenai jenis makanan dan minuman yang menyebabkan karies. Komposisi gigi terdiri dari enamel di luar dan dentin di dalam, dengan demikian struktur enamel sangat menentukan terhadap proses terjadinya karies.
Struktur enamel gigi terdiri dari susunan kimia kompleks dengan gugusan kristal, yang terpenting adalah hidroksil apatit dengan rumus kimia Ca10 (PO4)6 (OH)2. Permukaan enamel paling luar lebih tahan terhadap karies dibandingkan lapisan enamel di bawahnya karena lebih keras dan padat; pada permukaan enamel terdapat F, Cl, ZM, Pb dan Fe sedangkan karbohidrat dan magnesium lebih sedikit dibandingkan dengan enamel di bawahnya
.
Tinjauan Pustaka
Struktur Gigi
Mahkota adalah bagian dari gigi yang memproyeksikan di atas gusi, dan akar yang tertanam di dalam rongga gigi yang bertulang atau tersembunyi oleh gusi di mana mahkota dan leher akar bertemu. Bagian yang keras dari gigi terdiri dari enamel, cementun dan dentin. Email adalah lapisan luar mahkota yang tebal berwarna putih seperti mutiara, Ini adalah unsur paling keras di dalam badan dan sekitar 95% adalah mineral. Di columna email berlanjut dengan cementum yang terdiri dari suatu lapisan tipis yang menutupi akar kecuali foramen yang apikal. Cementum adalah jaringan seperti tulang yang menutup bagian gigi.
Gigi dibentuk oleh tulang gigi, Permukaan luar nya ditutupi dengan porselen sedangkan di daerah mahkota oleh cementum dan daerah akar. Bagian yang lembut gigi adalah pulp, yang berhubungan dengan  pembuluh darah, dan mengandung getah bening yang menjaga kesatuan struktur ini.
Permukaan luar gigi gigi seri adalah permukaan yang berhubungan dengan bibir. Permukaan bagian dalam gigi adalah permukaan yang berkenaan dengan lidah. Yang Permukaan yang bagian dalam menghadapi kebalikan [itu] bangunan lengkung mengenai gigi dikenal sebagai occlusal atau permukaan yaang digunakan untuk mengunyah.
Selaput periodontal bertindak sebagai periosteum tulang rongga gigi dan melengkapi suatu hubungan antara akar gigi dan tulang yang terdiri dari collagenous yang tebal dan berbeda dengan periosteum yang umumnya tidak ada serabut elastis.
Gusi atau gingivaemenutupi langit-langit rongga gigi pada bagian atas dan lebih rendah taring, dan menutupi leher gigi. Gusi adalah jaringan berserat tebal dan padat yang ditutup oleh selaput lendir, berlanjut dengan lapisan jaringan lain dari mulut.
Anjing mempunyai gigi sebanyak 28 buah yang mulai tumbuh sejak umur 3 - 6 minggu. gigi mulai tanggal dan digantikan degan gigi dewasa permanen kira-kira pada umur 4 bulan. anjing dewasa umumnya mempunyai 42 buah gigi, degan gigi molar yg terakhir tumbuh,  pada umur 6-7 bulan. Urutan pergantian gigi dimuali dari gigi seri, gigi taring, dan terakhir gigi premolar. Anjing mempunyai 6 gigi seri di rahang atas dan 6 gigi seri di rahang bawah. gigi taring ada 4 buah, 2 gigi dirahang atas dan 2 gigi dirahang bawah. Gigi premolar sebanyak 4 buah pada setiap sisi rahang atas dan rahang bawah, terletak setelah gigi taring. rahang atas mempunyai 2 gigi molar pada setiap sisi dan rahang bawah mempunyai 3 gigi molar pada setiap sisinya. 

Plak
Akhir-akhir ini banyak penelitian di bidang kedokteran gigi menyimpulkan bahwa bakteri plak merupakan penyebab utama terjadinya penyakit jaringan periodonsium. Hubungan antara akumulasi plak dan radang gingiva telah pula dilaporkan. Proses terjadinya plak dapat dijelaskan sebagai berikut Setelah permukaan gigi dibersihkan dengan sempurna, enamel yang tidak tertutup oleh kotoran kemudian bersentuhan dengan ludah, dalam beberapa menit akan terjadi endapan/lapisan yang disebut acquired pellic1e. Pellicle ini merupakan presipitasi gliko-protein yang berasal dan 1udah dan terjadi tanpa adanya bakteri. Kemudian bakteri tumbuh dengan cepat pada permukaan pelikel,melekat pada pelikel sehingga terbentuk plak.
Penyelidikan menunjukkan bahwa bakteri ditemukan pertama-tama 4–6 jam setelah permukaan gigi dibersihkan. Bakteri pembentuk plak pada permukaan sebagian terdiri dan gram positif anaerob cocci dan setelah 6–10 hari mulai tampak bakteri gram negatif anaerob, bakteri fosiformis dan spirochaeta. Cocci dilaporkan berjumlah terbanyak selama penyelidikan, walaupun rods dan filaments meningkat jumlahnya dalam waktu 24–28 jam. Dengan bertambahnya umur plak, jumlab cocci akan menurun dengan cepat dan setelah 7 hari filament dan fusirform menjadi 50% dan selutuh jumlah bakteri. Laporan ini sesuai dengan laporan yang menyatakan bahwa Streptococcus sanguis terbanyak ditemukan, sedangkan Actinomyces viscosus secara terus menerus juga ditemukan. Streptococcus mutans, Staphylococcus epidermis, Actinomyces israeli, Peptostreptococcus dan Veillonella alcalescens juga terdapat dalam jumlah sedikit. Pemeriksaan mikrobiologis plak manusia yang berusia 2 hari menemukan sejumlah besar Streptococcus sanguis.
Pada stadium permulaan pembentukan plak memberikan tanda-tanda lebih cepat bila terdapat sedikit bakteri anaerob. Plak ini terbentuk karena kemampuan bakteri untuk mengadakan pelekatan dengan pelikel pada stadium permulaan dan diikuti dengan pelekatan/pengumpulan antar bakteri-bakteri itu sendiri. Oleh karena itu pelekatan antar bakteri diperkirakan akan mempengaruhi proses pembentukan p1ak. Bakteri-bakteri yang tidak ditemukan pada stadium permulaan karena kurangnya daya pelekatan dengan pelikel akan dapat ditemukan pada stadium lebih lanjut karena mempunyai daya pelekatan antar bakteri yang lebih tinggi. Dengan adanya daya peiekatan ini pada beberapa hari akan tenbentuk koloni-koloni dan bakteri. Bila telah terjadi gingivitis koloni bakteri dapat terjadi 30 menit setelah permukaan gigi dibersihkan. Pengamatan dengan mikroskop elektron menunjukkan adanya perbedaan komposisi dan bakteri-bakteri antara plak sampel. Beberapa plak sampel mengandung banyak filament sedangkan yang lain mengandung banyak cocci.
Pentingnya akumulasi dan plak sebagai penyebab utama dari kelainan jaringan periodonsium pada manusia telah dilaporkan juga pada anjing percobaan. Telah dibuktikan bahwa penghentian pembersihan mulut pada orang-orang dengan gingival yang sehat mengakibatkan akumulasi bakteri plak yang berlebihan dengan akibat terjadinya marginal gingivitis. Penemuan ini sesuai dengan percobaan binatang yang memperlihatkan terjadinya gingivitis perlahan-lahan dengan hanya membiarkan plak tumbuh pada permukaan gigi. Dan apa yang telah disebutkan di atas dapat dikatakan bahwa untuk mencegah terjadinya radang jaringan periodonsium, akumulasi plak harus dicegah atau dikurangi. Pencegahan dapat secara mekanis atau khemis.

Gigi Berlubang
Kerusakan gigi sering terjadi pada anjing, ada beberapa pertimbangan untuk ini. Pertama, tumbuh-tumbuhan hasil bakteri yang tinggal di mulut binatang berbeda dibanding milik manusia, dan tidak cenderung untuk menghasilkan asam yang menyebabkan rongga. Ke dua, binatang jarang makan makanan acidic atau mengandung gula. bahwa bakteri yang menyebabkan rongga menggunakan cuka itu untuk menghancurkan gigi. Di atas dikatakan,  kerusakan gigi terjadi pada anjing dan sangat jarang pada kucing. Area yang paling umum adalah pada  daerah permukaan geraham pertama bagian atas, gigi seri bagian atas, atau di manapun selain itu. Faktor Keturunan sangat mempengaruhi terjadinya kerusakan pada gigi seperti anjing herder. Kerusakan gigi nampak seperti warna coklat gelap pada area permukaan gigi.
Kerusakan gigi pada anjing sering terjadi. Jika terjadi kerusakan gigi akan mendorong pembusukan dan decalcification email gigi. Sebagai tambahan terhadap implikasi bakteri pada gigi dan gumline, kerusakan gigi pada anjing akan berdampak buruk bagi kesehatan anjing akibat adanya toksin yang dihasilkan oleh bakteri yang masuk melalui sirkulasi darah sehingga mengakibatkan kerusakan organ dalam tubuh.
Tanda-tanda dari caries dentis meliputi gusi merah dan membengkak, sukar mengunyah dan pada kasus lanjut sering terjadinya periodontitis. Yang ditandai dengan seringnya muntah.

Bahaya Gigi Berlubang
Kuman yang bersarang di gigi berlubang bisa menembus ke pembuluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung. Di antara pelbagai jenis masalah gigi dan mulut, gigi berlubang (caries) adalah salah satunya yang kerap dijumpai. Jika Anda pun punya masalah dengan gigi berlubang, sebaiknya segera lakukan langkah untuk mengatasinya sebelum menimbulkan masalah lain yang lebih serius.
Salah satu masalah serius yang mungkin timbul akibat gigi berlubang adalah penyakit jantung. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Seperti dijelaskan oleh drg Gunarso Gunadi PhD (ortho), spesialis gigi dan mulut dari Dental Center Wisma Nusantara, Jakarta, kuman yang bersarang pada gigi yang berlubang bisa menembus ke pembuluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung. ''Kasus seperti ini cukup sering terjadi,'' kata dokter gigi alumnus

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini.
Penelitian juga menunjukkan, bakteri yang terikut aliran darah bisa memproduksi enzim tertentu yang mempercepat terbentuknya bekuan darah. Hal ini berpotensi mengeraskan dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Selain itu, bakteri juga bisa menempel pada lapisan lemak di pembuluh darah. Akibatnya, plak yang terbentuk menjadi makin tebal. Semua kondisi ini membuat aliran darah ke jantung, terhambat. Begitu juga dengan penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung, tersendat. Jika ini berlangsung terus-menerus, jantung tak akan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Maka terjadilah penyakit jantung yang ditakutkan banyak orang itu.
Gambaran tentang betapa berbahayanya kuman pada gigi berlubang juga tampak ketika seseorang akan menjalani pembedahan. Gunarso pun bercerita, bahwa kerap sekali ia menerima pasien rujukan dari dokter bedah jantung. Biasanya, si dokter bedah memintanya untuk 'membereskan' masalah gigi, termasuk gigi berlubang, pada pasien yang hendak menjalani operasi jantung. ''Sebab, kalau masalah gigi itu tidak dibereskan dulu, dikhawatirkan penyakit jantung si pasien akan kambuh lagi setelah operasi nanti,'' terang dokter gigi yang meraih gelar doktornya dari sebuah universitas di Jepang ini. Tak cuma penyakit jantung.
Kuman pada gigi berlubang juga bisa bersarang di organ lainnya. ''Misalnya ginjal dan liver,'' lanjut Gunarso saat berbicara dalam acara peluncuran rangkaian sikat gigi Formula plus yang menggunakan buludelta - bulu sikat teknologi terbaru -- di Jakarta, belum lama ini. Mengingat bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh gigi berlubang, sudah seharusnya anda tak Mengabaikan Masalah Gigi ini.

Penyebab
Ada beberapa faktor penyebab terjadinya gigi berlubang. Salah satunya adalah faktor makanan. Menurut Gunarso, di zaman modern yang serba sibuk seperti sekarang ini, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka kerap kali mengonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi dan lengket. Padahal, makanan seperti ini sangat buruk bagi kesehatan gigi dan gusi. ''Sisa makanan yang lengket lebih mudah menimbulkan lubang gigi. Begitu pun gula dan karbohidrat,''
Di zaman modern ini pula, kerap kali orang tak punya waktu untuk sekadar menyikat gigi setelah makan. Akibatnya, mereka hanya berkumur untuk menghilangkan aroma bau dari makanan yang baru saja mereka makan. Kebiasaan ini, kata Gunarso, tidak baik. Sebab, berkumur yang tidak dibarengi dengan menyikat gigi, selain tidak akan menghilangkan aroma bau mulut juga akan mengundang datangnya kuman yang selanjutnya akan merusak gigi dan gusi.Adapun kuman yang kerap menjadi penyebab terjadinya lubang gigi adalah streptococcus mutans. Ini adalah kuman berbentuk bulat yang mudah tumbuh di dalam mulut. ''Setelah beberapa waktu, kuman ini akan menghasilkan cairan yang lengket dan menjadi media yang baik bagi tumbuh kembangnya kuman lain yang menyebabkan gigi berlubang.'' Selain streptococcus mutans, ada pula staphylococcus. Yang disebut terakhir adalah kuman berbentuk batang yang menyertai kuman streptococcus mutans.
Kuman-kuman ini biasanya tumbuh pada sisa-sisa makanan yang membusuk. ''Lambat laun, kuman akan bertambah banyak dan menghasilkan asam yang dapat merusak email gigi”

Instrumen dan Teknik
Instrumen yang digunakan untuk mencabut gigi meliputi elevator akar, seperti extractors, geraham extractors, gergaji logam kecil, pahat tulang, rongeur tang, dan periosteal elevator. Instrumen yang tersedia, serbaguna dan yang paling efektif adalah elevator akar.  
Anesthesia umum lebih disukai untuk prosedur pencabutan gigi. Teknik yang paling pantas melibatkan penggunaan dari suatu anesthetic ultrashort-acting atau pasien yang dilemahkan dengan aman anesthetized oleh metoda ini sebab obat tidur ini dengan cepat dimetabolisme dan mempunyai tingkat toxisitas yang rendah, yang diatur melalui suatu alat penguap dengan menggunakan oksigen melalui suatu klep tekanan positif. Batang tenggorok harus diintubasi kapan saja anesthesia umum digunakan untuk mencegah muntah.
Dengan mengabaikan gigi yang dicabut, prinsipnya adalah untuk memindahkan akar dengan elevator akar. Langkah yang pertama adalah dengan mengendurkan gusi dan dengan memasukkan levator sekitar leher gigi dan merekatkannya. Kemudian elevator di memasukkan sekitar akar, pemisahan dari sisanya dapat dipercepat dengan  penggunaan extractor untuk membelit gigi ketika gigi dikendurkan dengan elevator, punggung exiractor dapat digunakan sebagai suatu titik tumpu melawan terhadap gigi yang sisa dan untuk menarik yang dikendurkan.
Geraham bagian atas dan gigi premolar keempat menyajikan permasalahan khusus sebab mereka mempunyai 3 akar. Akar harus terpisah dari pasangan yang di depan sebelum mencoba untuk mencabut gigi itu. Setelah gusi dikendurkan dari leher gigi, gigi dipisah dengan mata pisau gergaji logam kecil. Ketika gusi telah terpisah dari gigi, kemudian dipindahkan ke samping alveulus dengan mengunakan palu dan pahat, hisel atau elevator akar. Kemudian goyangkan gigi naik turun untuk mengendurkan. Setelah itu gigi dicabut dengan mengunakan tang geraham. Selanjunya gusi dijahit.

Pencegahan dan Perawatan
Pencegahan Dan Perawatan dari kerusakan/kebusukan gigi pada anjing adalah sangat sukses dan sangat sederhana ketika kondisi diperlakukan awal. Dalam banyak kasus, pemilik anjing melaporkan penyikatan gigi seperti anjing [yang] sehari-hari   di (dalam) suatu usaha untuk mencegah penyakit. Bagaimanapun, di dalam studi, penyikatan  tidak membuktikan efektif dalam pencegahan kerusakan/kebusukan gigi pada anjing. Sebagai gantinya, pencegahan dilakukan dengan menyediakan suatu daging mendasarkan, pilihan berkenaan dengan aturan makan seimbang baik untuk anjing. Apalagi, penggunaan tulang membuktikan efektif untuk membersihkan gigi anjing. 



Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top