Cacing Jantung (Dirofilaria immitis)

Cacing Jantung (Dirofilaria immitis)

Cacing jantung atau Dirofilaria immitis pertama sekali diidentifikasi di Amerika Serikat pada tahun 1856 dan terjadi pada hampir sebagian besar pantai laut di bagian tenggara Amerika Serikat. Pada masa kini, penyakit cacing jantung telah ditemukan diseluruh bagian Amerika Serikat. Di kediaman kami di Northwoods, Wisconsin, kami mengetahui disini tidak ditemukan nyamuk-nyamuk yang berumur pendek di utara Amerika Serikat, sehingga bukan karena tidak ada nyamuk penyakit cacing jantung tidak ditemukan disini lebih awal. Pergerakan hewan-hewan yang terinfeksi dapat berperan sebagai sumber infeksi untuk hewan lainnya yang tentu saja memberikan kontribusi yang significant terhadap penyebaran cacing jantung melintasi Amerika Utara.
Jumlah aktual dari kucing dan anjing yang terinfeksi di Amerika Serikat tidak diketahui. Tingkat infeksi dalam kucing kemungkinannya jauh lebih rendah dari anjing, karena kucing bukanlah inang yang ideal untuk Dirofilaria immitis, si cacing jantung.
Pada tahun 1973, American Veterinary Medical Association/Asosiasi Dokter Hewan Amerika, pertama sekali menerbitkan panduan tentang pengobatan dan pencegahan penyakit cacing jantung pada anjing. Panduan ini direvisi secara berkala. Sejak penerbitan panduan yang pertama, kepedulian masyarakat terhadap penyakit cacing jantung telah meningkat dengan dramatis. Diagnosa, pencegahan, dan pengobatan dari penyakit ini telah melalui perjalanan panjang.

Apa itu Cacing Jantung?
Cacing jantung memiliki kelas yang sama dari cacing sebagai cacing bulat/gilig. Dalam kenyataannya, mereka kelihatan sedikit menyerupai cacing bulat. Cacing jantung menghabiskan masa hidup dewasanya di dalam sisi kanan jantung dan pembuluh darah besar yang berhubungan dengan jantung menuju paru-paru. Cacing jantung ditemukan dalam kucing, anjing, dan musang. Mereka juga ditemukan dalam hewan liar seperti Singa laut California dan Beruang hitam. Penyakit ini jarang ditemukan dalam manusia.

Bagaimana Kucing terinfeksi oleh Cacing jantung?
Cacing jantung dewasa mengeluarkan larva yang sangat kecil yang disebut microfilariae. Microfilariae dapat hidup sebulan dalam aliran darah kucing, dan tiga tahun dalam alirah darah anjing. Microfilariae-microfilariae ini memasuki nyamuk ketika menghisap darah dari hewan yang terinfeksi. Dalam 2-3 minggu, microfilariae berkembang menjadi larva yang lebih besar dalam nyamuk dan bermigrasi menuju mulut nyamuk.
Ketika nyamuk menggigit hewan yang lain, larva memasuki kulit hewan. Larva tumbuh dan setelah sekitar tiga bulan menyelesaikan migrasinya menuju jantung, dimana mereka akan tumbuh hingga dewasa, kadang-kadang panjangnya mencapai 14 inci. Waktu dari ketika hewan tergigit hingga cacing dewasa, kawin dan kemudian mengeluarkan microfilariae, sekitar 6-7 bulan pada anjing dan 8 bulan pada kucing. (Ingat hal ini baik-baik – ini adalah hal yang penting ketika akan membahas diagnosis)
Tidak seperti anjing, yang dapat memiliki hingga beberapa ratus cacing jantung dalam jantung dan pembuluh darahnya, kucing yang terinfeksi hanya memiliki 1-4 cacing. Cacing dalam kucing cenderung untuk hidup hanya satu atau dua tahun, bandingkan pada anjing yang mencapai 5 hingga tujuh tahun.
Di banyak kondisi, kucing yang terinfeksi tidak memiliki microfilariae di dalam aliran darahnya, dan jika hal ini terjadi, microfilariae biasanya hidup hanya satu bulan.

Apa saja Kerusakan yang ditimbulkan oleh Cacing Jantung?
Cacing jantung dapat menyumbat bilik berbeda dari jantung dan berbagai pembuluh darah yang besar yang berjalan dari jantung menuju paru-paru. Pertama, bilik kanan (ventrikel) pompa jantung dan arteri besar pulmonary yang berjalan dari jantung menuju paru-paru membesar ketika cacing mengambil tempat. Jika cacing mati, mereka dapat terikut aliran darah kedalam pembuluh darah yang lebih kecil di dalam paru-paru dan menyumbat pembuluh-pembuluh ini.

Apa Gejala-gejala Infeksi Cacing Jantung dan Bagaimana Mendiagnosanya?
Gejala dari penyakit cacing jantung pada kucing menyerupai pada anjing: bernafas cepat, batuk, penurunan nafsu makan, kehilangan berat badan, dan lesu. Kita juga melihat adanya muntah, kebutaan, dan kepikunanan. Dalam beberapa kasus, kematian dapat terjadi. Pada kasus-kasus lainnya, beberapa kucing yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Sebelum memulai pengobatan apapun untuk infeksi cacing jantung pada kucing, harus diyakini bahwa kucing benar-benar terinfeksi. Karena adanya kesulitan dalam interpretasi hasil test pada kucing, radiograph (sinar-x) dan special test diagnostic pada jantung dapat dilakukan untuk membantu meneguhkan diagnosa. Tidak seperti pada anjing, pembesaran arteri pulmonary biasanya tidak terlihat pada kucing yang mengalami penyakit cacing jantung.

Uji-uji apakah yang tersedia untuk mendeteksi Infeksi Dirofilaria immitis pada hewan?
Terdapat beberapa test darah yang digunakan untuk mendeteksi infeksi cacing jantung. Pada tahun 1960, sebelum adanya tets-test yang canggih seperti masa kini, uji cacing jantung dilakukan dengan mencari microfilariae, dengan mengambil sedikit darah dan meletakannya di atas objek glass untuk diperiksa di bawah mikroskop. Uji yang lebih baik, Knott’s test dikembangkan untuk mengkonsentrasikan microfilariae dari jumlah darah yang lebih besar melalui sentrifuge. Ini akan memberikan dokter hewan kesempatan yang lebih baik untuk memperoleh microfilariae.
Kemudian, test filter tersedia. Dalam test ini, sel-sel darah dihancurkan (lysis)oleh agent khusus yang tidak mempengaruhi microfilariae. Kemudian cairan darah dilewatkan melalui saringan yang sangat halus. Microfilariae akan terkonsentrasi (tidak akan lolos dari saringan) pada filter (saringan). Filter diwarnai dan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat microfilariae.
Para dokter hewan dengan segera mengetahui bahwa beberapa hewan yang terinfeksi cacing jantung tidak memiliki microfilariae dalam darah. Hal ini terjadi jika hanya cacing jantan yang ada atau jika cacing betina tidak mengeluarkan microfilariae pada saat uji dilakukan. Jelas sudah diperlukan test yang lebih baik.
Test serologic dikembangkan untuk mengidentifikasi antigen (protein kecil dan senyawa karbohydrat) dari cacing jantung di dalam aliran darah. Terdapat varietas yang berbeda dari test ini. Beberapa test kits hanya dilakukan pada satu sample pada satu waktu, dan dapat dilakukan dengan baik oleh para dokter hewan dikantornya masing-masing. Test kits lainnya didesain untuk menguji multiple sample dalam jumlah yang besar. Tipe seperti ini pada umumnya dilakukan di Laboratorium, sehingga para dokter hewan akan mengirim sample darah kucing anda ke laboratorium.
Walaupun test antigen jauh lebih baik dibanding test filter, kita tetap tidak dapat mengidentifikasi semua kasus infeksi cacing jantung karena test antigen hanya akan positive jika cacing betina ada, karena antigen mendeteksi dari uterus cacing. Jika cacing jantung belum sepenuhnya matang kelamin, atau hanya ada cacing jantan, hasil test antigen dalam hewan yang terinfeksi akan negative palsu (False negative). Artinya hasil test negative ketika hewan sebenarnya terinfeksi.
Test serologic kini dikembangkan untuk mendeteksi antibodies (protein untuk melawan para ‘pendatang/invaders’). Hewan dibuat melawan cacing jantung. Ini adalah test yang paling umum digunakan dalam kucing. Test ini akan positif bahkan jika hanya cacing jantan yang ada. Tapi test inipun memiliki kelemahan juga. Walaupun sangat baik dalam memberikan hasil positive ketika terjadi infeksi, test positive palsu sering menyertai uji dibanding test antigen. Positive palsu berarti hasil uji positive ketika sebenarnya tidak terjadi infeksi. Satu dari setiap 200 antibody test cacing jantung dalam kucing dapat menghasilkan positive palsu.

Apa Saja yang meliputi Program Pencegahan Cacing Jantung?
Program terbaik untuk mencegah infeksi cacing jantung meliputi pencegahan, yang dilakukan dengan uji cacing jantung secara rutin, dan menurunkan paparan terhadap nyamuk.

Pencegahan Cacing jantung
Pengobatan yang digunakan untuk mencegah infeksi cacing jantung disebut pencegahan (Preventives). Hal pertama untuk diingat adalah preventives ini tidak digunakan untuk membunuh cacing dewasa. Obat-obatan khusus yang disebut dengan adultcides yang harus digunakan untuk membunuh cacing dewasa. Obat-obatan akan dibahas dalam bagian pengobatan. Beberapa preventives dapat menyebabkan masalah serius jika diberikan pada hewan yang memiliki cacing jantung dewasa atau microfilariae. Ikuti anjuran dokter hewan anda dan pabrikan (pembuat obat) preventive anda untuk melakukan uji pendahuluan sebelum preventive diberikan.
Banyak dokter hewan merekomendasikan untuk memberikan preventive sepanjang tahun, bahkan di dalam area dimana nyamuk hanya terjadi secara musiman. Bahkan jika dosis yang diberikan terkadang tidak benar, produk preventative tetap memberikan keuntungan kepada hewan peliharaan. Jika diberikan secara konsisten selama periode 12 bulan, akan mampu untuk menghentiksn perkembangan cacing menuju dewasa. Juga, preventative cacing jantung bulanan memiliki aktivitas melawan intestinal parasit yang tanpa diketahu menginfeksi tiga hingga enam juta orang setiap tahunnya. Preventive ini melindungi hewan peliharaan dan masyarakat.
Jika hanya memberikan preventive secara musiman, ingat mereka membunuh larva pada hewan yang terexpose terhadap 30 puluh hari sebelumnya. Sebagai contoh, obat preventive yang diberikan pada tanggal 1 July, akan membunuh larva hewan yang ada dari 1 Juni hingga 1 July. Preventives bulanan tidak bekerja maju seperti waktu. Preventive bulanan yang diberikan tidak memiliki effek terhadap larva dalam hewan setelah bulan July.

Pengujian
Kucing-kucing seharusnya diuji sebelum dimulai pemberian preventives, tapi banyak ahli tidak setuju terhadap bagaimana seekor kucing yang akan diberikan preventives diuji. Jika anda ingat, test serologic terbaik yang dapat dilakukan pada kucing adalah test antibody. Test ini akan positive bahkan jika hanya satu ekor cacing jantan yang ada. Tapi tingkat hasil positive palsu juga tinggi (satu dalam setiap 200 test).
Test positive antibody dalam kucing dapat berarti kucing memiliki cacing dewasa. Hal ini juga bisa berarti kucing pernah memiliki cacing dewasa. Tampaknya banyak kucing memperoleh larva cacing jantung melalui gigitan nyamuk dan mampu membunuh larva, atau segera setelah mereka berkembang menjadi cacing dewasa. Seekor kucing yang mampu membersihkan dirinya sendiri dari infeksi cacing jantung akan tetap memiliki antibody didalam dirinya. Kucing-kucing dengan test antibody positive seharusnya diuji dengan test antigen. Jika test positive, maka existensi infeksi cacing jantung dapat dipastikan. Jika negative, kita tetap tidak tahu pasti status kucing. Kucing dapat saja terinfeksi dengan hanya satu cacing jantan.

Kontrol Nyamuk
Menurunkan terpaparnya hewan peliharaan dengan nyamuk dapat membantu pencegahan mereka terexpose dengan larva cacing jantung. Intuk informasi yang mendetil tentang control nyamuk, Klik Kontrol dan Pencegahan penyakit yang ditranmisikan oleh Nyamuk.

Bagaimana Infeksi Cacing Jantung dapat diobati?
Jika seekor kucing dikonfirmasi terkena infeksi cacing jantung, tapi tidak menunjukkan gejala-gejala penyakit, umumnya direkomendasikan tidak memberikan pengobatan. Beberapa kasus dapat di monitor setiap enam bulan melalui radiographs. Tanda-tanda respirasi di dalam kucing-kucing ini sering memberikan respon terhadap dosis rendah prednisone. Obat ini tidak memiliki pengaruh langsung pada cacing jantung, hanya membantu menurunkan gejala-gejala penyakit.
Umumnya, pengobatan hanya dilakukan pada kucing yang memiliki gejala-gejala klinis yang tidak berespon terhadap prednisone atau supportive lainnya. Satu-satunya pengobatan penyakit cacing jantung yang disetujui untuk kucing adalah obat-obatan yang mengandung arsenic, thiacetarsamide sodium (Caparsolate® ). Diberikan dalam vena melalui catheter. Jika diberikan diluar vena, akan terjadi kerusakan jaringan yang parah. Beberapa kucing menjadi sangat sakit karena pemberian obat ini, dan kadang-kadang terapi dihentikan. Sebagaian besar kucing harus dirawat inap untuk beberapa hari perawatan.
Pengobatan bagi kucing lebih berisiko dibanding pada anjing. Adanya kemungkinan embolisme pulmonary (penyumbatan pembuluh darah menuju paru-paru oleh cacing yang mati) memiliki resiko lebih besar pada kucing dibanding anjing. Komplikasi ini dapat ditemukan dalam 1/3 kucing-kucing yang diobati. Gejala – gejala embolisme meliputi, demam, batuk, batuk berdarah, bahkan gagal jantung. Kucing-kucing yang diobati dengan Caparsolate® harus dijaga sangat tenang selama pengobatan dan 2-4 minggu setalahnya. Test setelah pengobatan sebaiknya dilakukan.

Dapatkah Manusia terinfeksi dengn Cacing Jantung
Ya, terdapat beberapa kejadian dari infeksi cacing jantung atau Dirofilaria immitis dalam manusia. Bukan migrasi kejantung, larva migrasi menuju paru-paru manusia. Disana larva menghalangi pembuluh darah menyebabkan infarct. Pada tempat infarct, berkembang nodul yang dapat terlihat pada radiographs. Biasanya, seseorang memiliki sedikit cacing, jika memiliki gejala infeksi. Tindakan operasi untuk membuang nodul ini terkadang diperlukan.



Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top